Selasa, 20 November 2012

Jenis Jenis Pengangguran, penyebab & Cara Mengatasinya



Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya Kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.


Tingkat Pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.


Jenis Jenis Pengangguran

Berdasarkan Jam Kerja

Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:

§ Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.


§ Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.


§ Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.





Sedangkan di lihat dari faktor penyebabnya, jenis-jenis pengangguran masih bis di perinci lagi yaitu, meliputi :


§ Pengangguran friksional (frictional unemployment)


Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerja tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.


§ Pengangguran konjungtural (cycle unemployment)


Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.


§ Pengangguran struktural (structural unemployment)


Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:


1. Akibat permintaan berkurang


2. Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi


3. Akibat kebijakan pemerintah


§ Pengangguran musiman (seasonal Unemployment)


Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.


§ Pengangguran siklikal


Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.


§ Pengangguran teknologi


Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.


§ Pengangguran siklus


Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).


Tambahan :
Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja.






Penyebab Pengangguran



Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.


Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.


Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.


Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggupertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.


Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.


Ada beberapa sebab mengapa seseorang bisa tidak bekerja alias nganggur tanpa pekerjaan yang menghasilkan cukup uang :


1. Melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kemampuan diri. Tanpa pengalaman yang cukup maka seseorang akan sulit untuk mendapat pekerjaan yang dilamar. Terkadang memiliki ijasah dengan nilai bagus pun tidak membantu jika berasal dari sekolah/kampus yang tidak ternama.


2. Terlalu menuntut gaji yang besar ketika melamar kerja sehingga bisa memberatkan perusahaan. Mintalah gaji yang standar sesuai dengan kebutuhan hidup jika masih pemula / fresh graduate, kecuali memiliki keahlian yang langka/jarang dipunyai orang lain atau pengalaman jam terbang yang tinggi.


3. Melamar pada perusahaan yang tidak membuka lowongan kerja sehingga lamaran yang masuk akan ditampung atau langsung dibuang ke tempat sampah. Jangan mendatangi pintu perusahaan satu persatu untuk menawarkan diri sebagai pegawai. Setiap perusahaan memiliki cara masing-masing dalam mencari sdm yang diinginkan.


4. Melamar kerja dengan format lamaran dan lampiran yang tidak tepat akan mempersulit pelamar untuk maju ke babak tahapan selanjutnya. Gunakan surat lamaran dan cv (Curriculum Vittaae) yang mengikuti trend jaman, modern, ketik komputer, desain yang rapi, dan lain-lain.


5. Tidak mau kerja di perusahaan yang tidak terkenal dan perusahaan yang memberikan gaji tunjangan kecil (gengsi tinggi). Sebaiknya dicoba saja dulu tawaran pekerjaan yang ada daripada nanti menyesal. Terkadang perusahaan menugaskan karyawan baru bekerja di suatu daerah namun ditolak dengan berbagai alasan. Jika anda komit sebaiknya jalani saja peluang yang ada karena bisa jadi hanya sarana untuk mengetes kesiapan, keandalan atau kemampuan anda.


6. Pencari kerja malas untuk melamar kerja dan lebih suka santai-santai di rumah menikmati hidup. Mungkin orang semacam ini punya sumber pemasukan dari berbagai sumber pasif. Orang yang memiliki penyakit atau cacat tubuh biasanya minder dan merasa rendah diri dari orang normal. Padahal belum tentu begitu jika kita punya suatu kemampuan atau bakat yang jarang dipunyai orang lain.


7. Kondisi ekonomi yang sedang jatuh dapat membuat permintaan akan tenaga kerja tidak sebanding dengan penawaran tenaga kerja sehingga menyebabkan banyak phk dan lowongan kerja baru yang langka. Usaha kecil dan menengah (ukm) sangat penting untuk dikembangkan dengan semangat wirausaha yang tinggi. Untuk itu diperlukan peran serta pemerintah dan masyarakat untuk menumbuhkembangkan ukm-ukm yang ada secara profesional.






Cara Mengatasi Pengangguran



Adanya bermacam-macam pengangguran membutuh-kan cara-cara mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sebagai berikut.


Cara Mengatasi Pengangguran Struktural


Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah :


§ Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja.


§ Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sektor ekonomi yang kekurangan.


§ Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan


§ Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.






Cara Mengatasi Pengangguran Friksional


Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut.


§ Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya.


§ Deregulasi dan debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru.


§ Menggalakkan pengembangan sektor informal, seperti home industry.


§ Menggalakkan program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor formal lainnya.


§ Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.






Cara Mengatasi Pengangguran Musiman


Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara sebagai berikut.


§ Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain, dan


§ Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.


Cara Mengatasi Pengangguran Siklis
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut.


§ Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan


§ Meningkatkan daya beli masyarakat.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar